Subulussalam | portal Singkil online ~ Sejarah Kota Subulussalam tidak bisa dilepaskan dari nama H. Merah Sakti. Beliau adalah Walikota pertama sekaligus tokoh penting yang mengukir jejak awal pembangunan daerah ini. Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai pemimpin sederhana, bijaksana, serta penuh kepedulian terhadap masyarakat maupun para pegawainya.
Kenangan bersama almarhum masih begitu melekat, terutama menjelang pelantikannya sebagai Walikota Subulussalam. Atas instruksi Gubernur Aceh saat itu, Irwandi Yusuf, prosesi pelantikan dipercayakan kepada pejabat protokoler dari Aceh Singkil. Karena Subulussalam saat itu belum memiliki tim protokoler resmi, seluruh persiapan atribut dan pakaian dinas upacara (PDU) dikoordinasikan langsung bersama almarhum.
Momen haru pun terjadi. Setelah menerima arahan penggunaan seragam PDU dan atribut Walikota, almarhum mengajak berfoto bersama. Yang membuat kenangan itu tak terlupakan, beliau tidak mengenakan sendiri topi Pet Walikotanya, melainkan memintanya dipakaikan oleh orang yang mendampinginya. Kerendahan hati dan sikap penuh penghargaan itulah yang membuat sosoknya begitu dekat di hati banyak orang.
Dalam kepemimpinannya, H. Merah Sakti selalu memberikan kepercayaan penuh kepada orang-orang yang ia tugaskan. Amanah yang diberikan benar-benar dilepas tanpa intervensi, sehingga para pegawai merasa dihargai sekaligus terdorong bekerja maksimal. “Sekalipun hasil kerja belum sempurna, beliau tetap memberi apresiasi. Itu membuat kami semakin berhati-hati dan bertanggung jawab,” kenang seorang pejabat yang pernah mendampinginya.
Kepeduliannya juga besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia. Saat beberapa pegawai melanjutkan pendidikan S2, beliau tidak hanya memberi dukungan moral, tetapi juga membantu secara nyata, termasuk dalam hal pembiayaan. Hal itu menjadi bukti bahwa beliau ingin melahirkan aparatur yang unggul dan berpendidikan untuk kemajuan Subulussalam.
Menurut Amrin Cibro, sahabat dekat sekaligus orang yang kerap mendampingi almarhum, H. Merah Sakti adalah figur pemimpin yang tulus dan selalu memandang semua orang sama.
“Baik dalam urusan dinas maupun kehidupan sehari-hari, beliau hadir sebagai sahabat yang bisa diajak berdiskusi, berbagi, bahkan bercanda. Kesederhanaannya itulah yang membuat beliau istimewa,” ujar Amrin.
Amrin menambahkan, terlalu banyak kenangan manis yang sulit dilupakan. “Kalau sudah mempercayakan tugas, beliau tidak pernah mencampuri. Keputusan kita dihargai penuh. Itu membuat kami merasa aman, tenang, dan lebih bersemangat. Sosok seperti beliau sangat jarang kita temui,” ucapnya haru.
Bagi banyak pihak, H. Merah Sakti adalah pemimpin yang mengedepankan kesederhanaan, kearifan, serta penghargaan terhadap usaha orang lain. Ia mampu menjadi atasan sekaligus sahabat bagi orang-orang di sekitarnya. Tak heran, masyarakat menjulukinya sebagai Bapak Pembangunan Kota Subulussalam.
Sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasanya, muncul dorongan agar nama beliau diabadikan pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Subulussalam. Harapannya, penabalan nama ini menjadi simbol pengingat bagi generasi mendatang, bahwa Subulussalam pernah memiliki pemimpin yang penuh dedikasi, bekerja dengan hati, dan meninggalkan jejak pembangunan yang berarti.
Kini almarhum telah berpulang. Doa terbaik terus dipanjatkan agar Allah SWT melapangkan kuburnya, menerima segala amal ibadahnya, serta menempatkannya di tempat yang mulia di sisi-Nya. Namun jasa dan teladan kepemimpinannya akan senantiasa hidup di tengah masyarakat.
Tulisan ini dipersembahkan dalam rangka menyongsong Hari Jadi Kota Subulussalam ke-63 pada 14 September 2025.[Red]























