Darurat Bencana di Kecamatan Singkil: Warga Ujung Bawang Terkepung Banjir 3 Meter, Mendesak Dana Desa Ketahanan Pangan Segera Dicairkan

- Redaksi

Jumat, 28 November 2025 - 15:55 WIB

5088 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Singkil, | portalsingkil Online ~ Musibah banjir dahsyat yang melanda Kecamatan Singkil, Aceh Singkil, pada Kamis, 27 November 2025, telah menciptakan kondisi darurat yang memprihatinkan di Kampung Ujung Bawang. Air bah setinggi tiga meter tidak hanya melumpuhkan akses jalan, tetapi juga menjebak ratusan warga dalam kepungan air, memaksa mereka mengungsi di loteng dan atap rumah, bahkan di jembatan.

Kondisi ini diperparah dengan kelangkaan bantuan dari pemerintah daerah, memicu keresahan dan desakan dari masyarakat. Kaspar, Sekretaris BPG (Badan Permusyawaratan Gampong) Kampung Ujung Bawang, dengan nada sedih dan mendesak, menyuarakan aspirasi masyarakatnya kepada mediaini. “Masyarakat Ujung Bawang sekarang banyak sudah kerisis makanan karena bantuan dari Pemda belum ada, berhubungan arus jalan semua terhambat. Untuk itu, dengan adanya dana desa kita ketahanan pangan, kami mengharap kepada Bapak Kepala Desa (Basir) supaya mengupayakan secepatnya untuk kebutuhan darurat yang mendesak ini,” ujarnya.

Bencana kali ini disebut-sebut sebagai yang terparah, dengan ketinggian air yang belum pernah terjadi sebelumnya. “Banjir selama ini enggak pernah terjadi kayak gini, begitu besar dan dahsyatnya,” tambah Kaspar, menggambarkan keputusasaan warga.

Krisis Kemanusiaan Mendesak: Lapar, Sakit, dan Kehilangan Tempat Berteduh

Dampak banjir ini jauh melampaui sekadar kerugian materi. Kaspar melaporkan bahwa banyak anak-anak kecil yang belum makan, sementara orang tua hanya bisa bertahan seadanya. “Kalau kami orang tua masih bisa kami tahan,” katanya.

Selain kelaparan, ancaman kesehatan juga membayangi. Warga banyak yang sakit dengan keluhan seperti diare dan batuk. Ini menimbulkan kebutuhan mendesak akan obat-obatan. “Kami membutuhkan obat-obatan, di mana warga banyak yang sakit seperti diare, batuk, dll,” ungkap Kaspar.

Hanyutnya perlengkapan masak dan tempat masak juga menyebabkan warga tidak bisa menyiapkan makanan. Oleh karena itu, Kaspar mendesak Pemda Kabupaten Aceh Singkil untuk segera mendirikan dapur umum. “Kami berharap kepada Pemda Kabupaten Aceh Singkil agar didirikan dapur umum, karena tempat masak dan perlengkapan masak habis hanyut terbawa arus banjir,” pintanya.

Lebih lanjut, Kaspar juga menekankan kebutuhan mendesak akan tenda sebagai tempat berteduh dan beristirahat, mengingat warga sudah kelelahan dan kerusakan tempat tinggal yang layak. “Kami juga butuh tenda untuk tempat kami berteduh dan beristirahat, kami sudah kecapekan,” ujarnya.

Untuk evakuasi barang-barang yang tersisa dan mungkin masih bisa diselamatkan, meskipun sudah rusak, warga juga memerlukan perahu karet. “Juga kami perlu perahu karet untuk mengevakuasi barang-barang yang masih ada tertinggal walaupun sudah rusak,” jelas Kaspar.

Desakan untuk Kepala Desa dan Dukungan Pemerintah Daerah

Sebagai perwakilan masyarakat, Kaspar kembali menegaskan desakannya kepada Kepala Desa Ujung Bawang, Basir, untuk tidak menunda-nunda lagi pencairan dana desa ketahanan pangan. “Kami selaku mewakili masyarakat sekali lagi mengharap kepada Kepala Desa segera dicairkan dana desa ketahanan pangan itu secepatnya, jangan lagi menunggu-nunggu lama-lama,” tegasnya.

Ia juga berharap agar pemerintah daerah dapat memberikan dukungan penuh terhadap keputusan desa terkait alokasi dana ketahanan pangan ini. “Juga kami mengharap Pemda juga mendukung atas keputusan desa terkait ketahanan pangan ini untuk keperluan yang mendesak saat musibah banjir ini segera terlaksana agar jangan lagi istilahnya ditunda-tunda untuk memberikan bantuan. Kami ini sudah lapar, capek, harta benda kami sudah hanyut, kami tidak berdaya lagi.”

Dalam keputusasaan yang mendalam, masyarakat Kampung Ujung Bawang kini hanya bisa berdoa agar banjir cepat surut dan kondisi kembali normal. “Kami berdoa agar banjir ini cepat surut seperti biasanya,” tutup Kaspar, mewakili harapan seluruh warga yang terdampak.{*}

[Khalikul Sakda]

Berita Terkait

Heboh Prestasi! Puluhan Siswa SMAN 1 Simpang Kiri Lolos PTN & Poltekkes, Sekolah Tuai Kebanggaan
Polri dan Rakyat: FRN Aceh Dorong Keamanan Humanis di Bawah Kepemimpinan Presiden
Kasus Yakarim Munir Kandas di Banding, Dugaan Kepentingan Perusahaan Menguat
“Keberanian dan Kejeniusan Zahrul, S.H. Pulihkan Nama Baik Kliennya”
Bukan Nama Biasa, Ini Alasan Hamzah Sulaiman Jadi Sosok yang Layak Diperbincangkan
Kepemimpinan Tegas AKBP Joko Triyono, Warga Kini Lebih Aman dari Kejahatan
Momentum Hari Ibu ke-97, Kapolres Aceh Singkil Tampilkan Kepemimpinan Presisi dan Humanis
“Aceh Singkil Memanas! Kabag Prokopim Diduga Atur Media, GAKORPAN Minta APH Bergerak Cepat”

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 17:53 WIB

Latihan Bersama Polres Aceh Tenggara dan Perbakin, Tingkatkan Profesionalisme dan Kemahiran Menembak Personel

Jumat, 17 April 2026 - 22:34 WIB

Polres Aceh Tenggara Hadirkan Harapan di Tengah Banjir, 365 Paket Bantuan Disalurkan untuk Warga Ketambe dan Salim Pinim

Selasa, 14 April 2026 - 15:35 WIB

Dorong Kemandirian Ekonomi, PT Socfindo Bekali Warga Aceh Singkil Teknik Produksi Tempe Higienis

Senin, 13 April 2026 - 14:51 WIB

Sat Lantas Polres Subulussalam : Kecelakaan Sepeda Motor dengan Truk Sebabkan Satu Orang Meninggal di TKP

Sabtu, 11 April 2026 - 12:42 WIB

Tetap Merakyat, H. Affan Alfian Bintang Hadiri Pesta Pernikahan Warga di Lae Motong

Kamis, 9 April 2026 - 22:29 WIB

Hukum Dipertanyakan, Rabusin Ungkap Dugaan Ketidakadilan dalam Proses Persidangan di Gayo Lues

Selasa, 7 April 2026 - 12:55 WIB

Digerebek Saat Santai Di Rumah, 3 Pria Tak Berkutik – Satresnarkoba Polres Agara Temukan Ganja Belasan Kilo

Minggu, 5 April 2026 - 23:53 WIB

Sat Resnarkoba Polres Aceh Tenggara Ringkus Pelaku Sabu di Pondok Kebun, Barang Bukti Disembunyikan di Bawah Pohon Pinang

Berita Terbaru