Seleksi Jabatan di Subulussalam: Rekayasa Politik Balas Budi atau Miritokrasi

- Redaksi

Rabu, 17 September 2025 - 17:33 WIB

5096 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam, | Portal Singkil online ~ Seleksi terbuka (open bidding) jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) di lingkungan Pemerintah Kota Subulussalam tengah menjadi sorotan publik. Proses yang seharusnya menjunjung asas transparansi, meritokrasi, dan profesionalitas itu kerap dinilai tidak steril dari tarik-menarik kepentingan politik domestik.

Sejumlah pihak menyoroti adanya indikasi bahwa seleksi jabatan kerap dipengaruhi oleh faktor kedekatan politik, loyalitas, maupun afiliasi personal dengan elite daerah, bukan semata-mata berdasarkan kompetensi dan rekam jejak birokrasi. Banyaknya lowong Jabatan dilingkungan Kita Subulussalam namun sejauh ini hanya 5 seleksi terbuka padahal menutut sumber intenal teras pejabat kota Subulussalam menyatakan ” Ini sama saja dilakukan pemborosan anggaran. Harusnya semua jabatan yang masih lowong di semua SKPK serentak diadakannya seleksi terbuka. Ini hanya perdialan suka dan tidak suka atas kepentingan politik balas budi. Bukan untuk efisiensi anggaran atau ingin menempatkan jabatan seseuai kebutuhan daerah. Kata Sumber di lingkungan pemko kota Subulussalam. bahwa seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di Kota Subulussalam tahun 2025 dibuka hanya untuk enam SKPK.

Enam SKPK tersebut adalah:

1. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampong (DPMK)

2. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB)

3. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil)

4. Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD)

5. Inspektorat

6. Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar)

Rano Saraan Kepala BKPSDM Kota Subulussalam saat dimintai tanggapnnya terkait seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di Kota Subulussalam tahun 2025 masih bungkam atas dugaan adany rekayasa diseleksi terbuka JPT tersebut.

ASN Profesional di Persimpangan

Beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN) di Subulussalam mengaku, dalam praktiknya seleksi terbuka sering kali dipersepsikan sebagai “formalitas”. Meski panitia seleksi melibatkan unsur akademisi dan lembaga independen, keputusan akhir tetap berada di tangan pejabat pembina kepegawaian (walikota) Subulussalam.

“Kalau hanya formalitas, ASN jadi ragu: apakah harus profesional mengejar prestasi atau justru fokus membangun kedekatan politik,” ujar seorang ASN yang enggan disebutkan namanya.

Dimensi Politik Domestik

Pengamat politik lokal menilai, proses open bidding di Subulussalam tidak bisa dilepaskan dari dinamika politik domestik kota kecil ini. Hubungan antara eksekutif, legislatif, dan elite lokal sering kali ikut menentukan siapa yang akan duduk di kursi strategis.

> “Seleksi terbuka jabatan adalah arena di mana kepentingan politik, birokrasi, dan ekonomi lokal bertemu. Jika tidak dikelola secara transparan, ia bisa berubah menjadi alat bagi penguasa untuk mengamankan loyalis, bukan pejabat berintegritas,” kata seorang akademisi Universitas di Aceh.

Publik Menuntut Transparansi

Masyarakat sipil dan media lokal mendorong agar proses seleksi benar-benar dilakukan terbuka:

Publikasi daftar peserta dan hasil nilai uji kompetensi.

Keterlibatan lembaga pengawas independen.

Jaminan bahwa hasil akhir tidak bisa dipolitisasi.

Ujian Bagi Pemerintahan Kota

Seleksi terbuka jabatan di Subulussalam kini menjadi ujian serius bagi pemerintah kota: apakah benar-benar berkomitmen terhadap reformasi birokrasi atau masih terjebak dalam praktik politik balas budi. Mudah mudahan akademisi dan panitia independen tidak mudah di suap atau diintervensi elet politik kota Subulussalam.

Jika proses ini bersih, maka akan menjadi preseden positif bagi kota yang baru berusia belasan tahun ini. Namun bila kembali dinodai kepentingan politik, kepercayaan publik terhadap birokrasi Subulussalam bisa semakin merosot.[Redaksi]

Berita Terkait

“Aceh Singkil di Ambang Lumpuh: Camat Kuala Baru Siap Dipecat Demi Desak Pengesahan APBK 2026”
Heboh! Lonjakan Drastis di Jurusan Kedokteran, SMAN Unggul Subulussalam Catat 36 Lolos SNBP
Viral di Medsos, SMAN Unggul Subulussalam Beri Klarifikasi Resmi dan Fakta Sebenarnya
Wujudkan Program Indonesia ASRI, Kolaborasi Brimob Aceh dan DLHK Sulap Taman Kehati Subulussalam Jadi Lebih Bersih dan Nyaman
Jelang Idul Fitri 1447 H. Brimob Aceh Tingkatkan Patroli Preventif Di Wilayah Kota Subulussalam
Brimob Aceh Peduli: Menjelang Idul Fitri, Danki Batalyon C Pelopor AKP Irwinsyah Door to Door Salurkan Sembako
Perdana dan Penuh Haru, BKMT Aceh Singkil Bagikan Takjil di Pelosok Kuala Baru
Keadilan Dinilai ‘Mati’, Keluarga Korban Pembunuhan Jambu Alas Desak Jaksa Banding Atas Vonis Ringan Hakim

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 17:53 WIB

Latihan Bersama Polres Aceh Tenggara dan Perbakin, Tingkatkan Profesionalisme dan Kemahiran Menembak Personel

Jumat, 17 April 2026 - 22:34 WIB

Polres Aceh Tenggara Hadirkan Harapan di Tengah Banjir, 365 Paket Bantuan Disalurkan untuk Warga Ketambe dan Salim Pinim

Selasa, 14 April 2026 - 15:35 WIB

Dorong Kemandirian Ekonomi, PT Socfindo Bekali Warga Aceh Singkil Teknik Produksi Tempe Higienis

Senin, 13 April 2026 - 14:51 WIB

Sat Lantas Polres Subulussalam : Kecelakaan Sepeda Motor dengan Truk Sebabkan Satu Orang Meninggal di TKP

Sabtu, 11 April 2026 - 12:42 WIB

Tetap Merakyat, H. Affan Alfian Bintang Hadiri Pesta Pernikahan Warga di Lae Motong

Kamis, 9 April 2026 - 22:29 WIB

Hukum Dipertanyakan, Rabusin Ungkap Dugaan Ketidakadilan dalam Proses Persidangan di Gayo Lues

Selasa, 7 April 2026 - 12:55 WIB

Digerebek Saat Santai Di Rumah, 3 Pria Tak Berkutik – Satresnarkoba Polres Agara Temukan Ganja Belasan Kilo

Minggu, 5 April 2026 - 23:53 WIB

Sat Resnarkoba Polres Aceh Tenggara Ringkus Pelaku Sabu di Pondok Kebun, Barang Bukti Disembunyikan di Bawah Pohon Pinang

Berita Terbaru