Sukaramai, portal Singkil online ~ Komitmen Pemerintah Desa Sukaramai dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur desa, khususnya di sektor pertanian, semakin nyata. Melaksanakan amanat Instruksi Presiden (Inpres) No. 2 Tahun 2025 mengenai percepatan rehabilitasi jaringan irigasi dan ketahanan pangan nasional, Kepala Desa Sukaramai tak segan turun langsung ke lapangan.
Pada Jumat besok (1/8), Kepala Desa Sukaramai bersama perangkat desa dan tokoh masyarakat meninjau lokasi irigasi kritis di Dusun Pongkolan. Peninjauan ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya serius untuk memetakan secara rinci titik-titik kerusakan jaringan irigasi. Kerusakan ini, yang selama ini menjadi penghambat utama produktivitas lahan pertanian warga, kini menjadi prioritas utama penanganan.
“Kami ingin memastikan bahwa semua titik kerusakan benar-benar terdata dan menjadi prioritas pengajuan perbaikan ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatra Utara,” tegas Kepala Desa Sukaramai. Beliau menambahkan, “Ini bagian dari ikhtiar kami agar Desa Sukaramai bisa berkontribusi dalam mencapai swasembada pangan nasional.”
Tak hanya dokumentasi teknis lapangan, pemerintah desa juga bergerak cepat menyiapkan seluruh dokumen pendukung yang diperlukan sebagai syarat administratif pengajuan rehabilitasi kepada BBWS Sumatera Utara. Langkah proaktif ini menunjukkan keseriusan Desa Sukaramai dalam memperjuangkan hak-hak petani dan masa depan ketahanan pangan lokal.
Respons positif dan apresiasi tinggi datang dari warga setempat, khususnya para petani di Dusun Pongkolan. Mereka berharap proses pengajuan ke BBWS dapat segera membuahkan hasil, sehingga irigasi desa bisa kembali berfungsi optimal dan mendukung hasil panen yang maksimal.
“Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi soal kehidupan petani dan ketahanan pangan desa. Kami butuh irigasi yang layak agar sawah bisa kembali produktif,” ungkap seorang petani di Dusun Pongkolan, mewakili harapan ribuan warga lainnya.
Dengan pendekatan kolaboratif dan semangat gotong royong yang kuat, pemerintah desa Sukaramai bertekad menjadikan rehabilitasi dan pembangunan irigasi sebagai bagian integral dari agenda pembangunan jangka menengah desa. Upaya ini sejalan dengan kebijakan nasional dan visi besar menuju terwujudnya desa yang tangguh pangan. Desa Sukaramai membuktikan bahwa dengan kepemimpinan yang responsif dan dukungan masyarakat, mimpi swasembada pangan bukan lagi sekadar wacana, melainkan target yang siap direalisasikan.[Red]























