Subulussalam, AAceh portalsingkil.online. Net. SMA Negeri 1 Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Aceh, kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Khaisya Arasy Solin, salah satu siswi unggulan sekolah tersebut, berhasil lolos memperkuat kontingen Provinsi Aceh dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XVII yang akan digelar di Jakarta tahun 2025.
Di balik keberhasilan ini, ada peran sentral dari Sukry, Kepala SMA Negeri 1 Simpang Kiri, yang dinilai sebagai sosok pemimpin pendidikan visioner dan berdedikasi tinggi.
Pemimpin Visioner di Balik Prestasi Sekolah Sejak menjabat sebagai kepala sekolah, Sukry dikenal membawa angin segar bagi dunia pendidikan di wilayah perbatasan Provinsi Aceh ini. Di bawah kepemimpinannya, SMA Negeri 1 Simpang Kiri mengalami peningkatan signifikan baik dari segi mutu pendidikan, sarana prasarana, hingga budaya prestasi siswa.
“Sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tapi juga wadah pembentukan karakter dan pengembangan potensi. Kami ingin mencetak generasi emas yang mampu bersaing, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Sukry kepada wartawan, Kamis (19/9/2025).
Sukry menekankan pentingnya memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan akademik dan non-akademik siswa. Ia juga fokus memperbaiki fasilitas sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan nyaman.
Ada empat pilar utama yang menjadi fondasi kepemimpinan Sukry dalam memajukan SMA Negeri 1 Simpang Kiri:
1.Dukungan menyeluruh terhadap siswa Semua kegiatan siswa—baik akademik, olahraga, seni, hingga ekstrakurikuler mendapat perhatian serius dari pihak sekolah.
2.Fasilitas yang memadai: Sekolah dibekali dengan sarana penunjang belajar yang terus diperbarui agar siswa dapat berkembang secara optimal.
3.Motivasi berkelanjutan Sukry rutin menyapa siswa dengan pesan-pesan motivasi dan dukungan moral agar mereka tetap semangat meraih mimpi.
4 Kepemimpinan humanis: Ia dikenal dekat dengan siswa dan guru, serta mendorong terciptanya komunikasi dua arah yang sehat di lingkungan sekolah.
Tak hanya fokus pada siswa, Sukry juga memberi perhatian besar terhadap kualitas guru di sekolah yang dipimpinnya. Menurutnya, keberhasilan siswa tak lepas dari keterlibatan aktif guru dalam proses belajar-mengajar.
“Guru adalah garda terdepan dalam pendidikan. Jika guru tidak hadir secara aktif di kelas atau malah lebih banyak nongkrong di kantor, tentu akan berdampak negatif pada pembelajaran siswa,” tegasnya.
Ia juga menegaskan pentingnya pengawasan dan pembinaan guru secara rutin, agar profesionalisme dan etos kerja tetap terjaga
Dengan berbagai pencapaian yang telah diraih, SMA Negeri 1 Simpang Kiri mulai dilirik sebagai sekolah rujukan di wilayah perbatasan Aceh. Sukry berharap sekolahnya dapat terus berkembang menjadi institusi pendidikan berkelas nasional yang konsisten melahirkan siswa-siswi berprestasi.
“Potensi anak-anak kita luar biasa. Tugas kita sebagai pendidik adalah membantu mereka menggali dan mengasah potensi itu sebaik mungkin,” tutupnya.
Red : [Syahbudin Padank]























